Summary: |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi BPR dan BPRS di
provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode 2011-2014, dan ingin mengetahui perbedaan tingkat efisiensi antara kedua institusi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang mana mengukur tingkat efisiensi relatif dengan melihat input dan outputnya. Pengukuran efisiensi penelitian ini berorientasi output melihat perkembangan pertumbuhan penyaluran kredit/pembiyaan.
Teknik pengumpulan menggunakan purposive sampling dengan sampel 52 BPR dan 8 BPRS. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari laporan keuangan yang diterbitkan dari Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan variabel input meliputi: DPK (Dana Pihak Ketiga), aset tetap dan beban operasional. Sedangkan variabel output meliputi: kredit/pembiyaan dan pendapatan operasional. Perbandingan efisiensi menggunakan uji perbandingan mann whitney.
Berdasarkan uji perbandingan mann whitney menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat efisiensi antara BPR dan BPRS baik secara keseluruhan (CRS), teknis (VRS) dan skala (SCALE) terlihat dari hasil asymp. sign < 0.05. Perbedaan tingkat efisiensi tersebut dapat dilihat dari rata-rata sumber ketidakefisienan BPR yaitu berupa kredit dan pendapatan operasional yang lebih tinggi daripada BPRS. Sehingga membuat BPRS memiliki rata-rata lebih efisiensi daripada BPR.
Kata Kunci : Efisiensi, BPR, BPRS, Data Envelopment Analysis (DEA)
|